Tampilkan postingan dengan label Jasmine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jasmine. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2020

KENANGAN LEBARAN 1441 H (saat Pandemi Corona)

pandemi
silaruhami by aplikasi

Lebaran tahun ini lebaran yang kelak akan selalu dikenang pada tahun-tahun mendatang. Karena semua tidak seperti biasanya: kumpul keluarga pas hari H, habis sholat makan ketupat bersama, lalu biasanya datang serombongan anak-anak dan orang dewasa yang entah tinggal dimana, bersilaturahmi ke rumah kami, dan pulangnya kami sisipkan amplop isinya tak seberapa. Setelah itu, keluarga besarku pergi ke makam almarhum bapak, ibu dan kakak-kakak yang telah mendahului. Selesai dari makam, biasanya kami jajan es krim durian dan bakso pinggir jalan, Segerr.

Lebaran kali ini semua kebiasaan itu tidak ada. Keluarga besarku memilih berlebaran di rumah masing-masing. Kami bersilaturahmi melalui aplikasi. Antara senang dan sedih saat melakukannya. Rasanya tak percaya kami mengalami kondisi seperti ini. Pandemi benar-benar merubah segalanya. 

Kami tidak tau, sampai kapan kami tidak akan saling bertemu. Rencana jalan-jalan bareng keluarga ke tempat wisata mungkin ditunda sampai waktu tak tentu. Bahkan Lebaran Iedul Adha bulan Juli nanti bisa jadi masih seperti ini. Biarlah, yang penting kami semua selalu sehat dan tak dicolek covid nineteen.



pandemi
nelangsa 😢


pandemi
ga kemana2, #DiRumahSaja


pandemi
Sholat Ied di rumah

Rabu, 11 Februari 2015

Kami Kembali....

Ya ampun sudah setahun lewat, saya tidak mengisi blog ini. Penyakit malas dan sibuk menjangkiti seluruh tubuh ini. Hugh, baiklah, sudah saatnya saya bercerita tentang perkembangan anak-anak. Anak2 sedemikian cepat besar, rasanya baru kemarin mereka saya peluk dalam gendongan.



My eldest son : Yassin

Yassin sekarang sudah kelas VII alias kelas 2 SMP. Dia mulai puber. Ampun deh. Betapa repotnya menghadapi anak2 yang mulai puber, jatuh cinta pada lawan jenis. Perasaan dulu saya mulai puber pas SMA. Mungkin pengaruh makanan yang menyebabkan anak2 sekarang lebih cepat tumbuh secara fisik dan psikologis. Saya harus pasang mata - pasang telinga, supaya perkembangan Yassin tidak luput dari pengawasan.  Mulai dari deteksi percakapan hp, kiriman sms/bbm, sampe  ke situs apa saja yang dia buka di tablet/laptop. Parno-kah saya? sepertinya tidak. Wajar lah seorang ibu bersikap demikian, karena khawatir anaknya yang mulai ABG terjerembab ke hal2 negatif.


Si Penengah : Yasser

Banyak hal unik yang saya temukan dari anakku yang ini. Dia itu orangnya super santai. 
Pagi, sebelum berangkat sekolah, dia sempet2in nonton film kesukaannya: Spongebob. Aku benci setengah mati sama GlobalTV, yang menayangkan kartun pada jam anak mau sekolah dan juga sore pas sholat magrib terus waktunya anak belajar.
Sebenarnya saya bisa saja mematikan TV-nya dan menyembunyikan remote-nya. Tapi Yasser bakal mogok makan kalo itu kulakukan. Maka, saya pun mengalah membiarkannya nonton kartun kegemarannya, asal dia mau sarapan banyak.
Diantara anakku yang lain, Yasser juga malas belajar. Dia belajar karena disuruh. Sama halnya dengan makan, yang juga baru makan kalo disuruh. Mengenai malas makan ini, saya sampe heran, kok bisa2nya dia tahan tidak makan dari mulai pulang sekolah pas jumatan (jam 11.00-an) sampai saya tiba dari kantor (jam 17.30). Dia dengan setia menanti saya pulang untuk memberinya makan. Ampun!
Yang istimewa darinya: pertama, meski dia terkesan malas belajar, tapi kalo dia ada PR, dan kalo PR nya belum selesai dia kerjakan malam, maka besok paginya dia bangun pagi sekali sebelum azan subuh, cuma buat kerjakan PR. Kedua, anakku ini jarang - bahkan hampir engga pernah- Marah. Meskipun dia sering kumarahi dan kucubit karena gemas dengan 'kekesedan' nya. Dia termasuk kategori 'bebal'.
Terus, anakku satu ini ternyata punya kelebihan di bidang non science. Dia unggul dari teman2nya dalam tanding bulutangkis dan catur. Padahal dia ga pernah berlatih bulutangkis, apalagi catur. Terkait catur, katanya dia suka main mandiri di laptop/PC. Hm...ternyata ada sisi positif juga nge-game di komputer.


My lil'girl : Jasmine

Jasmine sekarang sudah sekolah di TK A. Dia sangat antusias sekali saat berangkat sekolah. Layaknya anak perempuan, dia pintar dandan. Haha..jadi inget, dulu saya sampai berjuang membuatnya jadi lebih 'girly'. Sekarang, tanpa saya ajari, dia more girly than me...:D
Dia bisa mengucir kuda dan mengepang rambutnya sendiri. Dia juga bisa memakai jilbab dengan membuat variasi sendiri. Turun dari siapa ya? mamanya pasti. Hihi..
Dan yang bikin saya senang luar biasa adalah, dia cepat sekali menghapal doa-doa dan bacaan Al-Qur'an. Saya paling suka saat dia melafalkan ayat kursi dengan lancarnya. Alhamdulilah..


That's all, ..I really love my kids just the way they are...
Everyday always give me a surprise.

Jumat, 28 Maret 2014

Banyak Waktuku Untukmu

Sudah 3 minggu ini aku ditempat kerja baru..ya aku sudah pindah ke kantor Bogor. Suatu mimpi-mimpiku di masa lalu..alhamdulillah akhirnya Allah mendengar doaku. Aku ingin banyak waktu bersama anak-anakku, pergi kerja tidak harus saat hari masih gelap dan memaksa Jasmine untuk mandi saat udara masih dingin.
Begitu pula saat pulang, aku masih bisa merasakan hangatnya matahari senja...hmmm..Bogor kala senja luar biasa indahnya.
Jasmine menyambutku pulang dengan gembira dan masih sedang bermain, tidak seperti dulu..aku pulang saat dia sudah mulai terkantuk2. Dan ibuku,...dia tidak lagi menelpon sesering dulu. Hampir setiap waktu. Menanyakan apakah aku sudah pulang? sampai mana? dengan nada khawatir, apalagi saat kukatakan kereta bermasalah.
Kini, waktuku banyak untukmu anakku...


Selasa, 27 Agustus 2013

Belajar Bahasa Inggris

Jannete, Jasmine dan Angel
Sebagaimana layaknya anak kecil, Jasmine lagi suka2nya meniru apa yang dia lihat dan dia dengar. Tidak cuma saya ibunya yang dia tiru, tapi bisa juga teman sepanterannya.
Begitu halnya saat kedua sepupu perempuannya yang tinggal di Amerika datang berlibur ke rumah kami selama 3 mingguan sebelum bulan puasa kemarin. Kedua putri kakakku itu sama sekali ga bisa bahasa Indonesia. Tapi ketidakmampuan berbahasa Indonesia engga menjadi hambatan buat mereka bermain bersama Jasmine dan kedua mas-nya. Mereka bermain dan bercakap2 dengan bahasa masing-masing. Aneh memang, tapi bisa nyambung tuh! hehe.. 

Selama kedua gadis cilik itu (Angel dan Jannete) tinggal di rumah kami, Jasmine sangat memperhatikan baik2 apa yang dilakukan mereka. Mulai dari cara bicara, cara berjalan, bersikap dll. Syukurnya, kedua gadis cilik itu memberi pengaruh yang baik. Sebagaimana biasanya, orang2 asing umumnya selalu bertutur kata lembut dan sopan sekalipun sedang bertengkar. Habis bertengkar selalu berkata 'I'm Sorry". Jika sudah dibantu selalu bilang "Thank you".  Pokoknya ga ada acara bentak2 model kita.  

Jasmine ikutan pake dress
Terus ada lagi yang bikin saya sukaa banget: Jasmine jadi feminim! Dia jadi suka pake dress panjang kayak putri. Padahal selama ini dia sukanya pake kaos dan celana panjang. Kedua putri kakakku itu memang hampir selalu mengenakan dress panjang jika pergi kemana2. Kalopun pake kaos dan celana panjang hanya pada saat acara jalan2 ke taman yang perlu jalan kaki.

Jannete dan Jasmine
Oiya...di Amerika sana sangat susah memelihara binatang di rumah. Kalo mau pelihara maka syarat2nya panjang dan cenderung ketat. Maka saat di rumahku menemukan burung-burung dalam sangkar, kucing berkeliaran di jalan dan ayam ngurek2 makanan di tempat sampah, Angel dan Jannete terheran-heran dan berusaha menangkap binatang2 liar yang ditemuinya. 

Sebagai hiburan, sengaja kami membelikan mereka seekor kelinci kecil. Mudah ditebak, kelinci itu jadi rebutan. Kalo habis pulang dari mana2 mereka langsung ke kandang kelinci untuk sekedar menyapa dan memeluk lembut. 
Sayangnya... usia si kelinci ga lama. Pada suatu subuh, anakku Yasser menemukan si kelinci tak bernyawa. Tubuhnya tergeletak di depan gerbang tetangga. Mukanya agak rusak. Hiii...
Padahal semalam sudah kami masukkan kandang dan dikunci. Safe and sound. Entah kenapa dia bisa kabur. Kemungkinan dia mati ketabrak. Tapi bisa jadi dimakan musang yang sering berkeliaran di rumah kami saat malam.
Tentu saja kabar tewasnya kelinci tidak kami sampaikan pada Angel dan Jannete. Khawatir bikin mereka histeris dan sedih berlarut2. Itu pun setelah disarankan kakakku agar kedua putrinya jangan sampe mendengar berita itu. Alhasil kami harus mengarang cerita bahwa kelinci itu kabur terus masuk ke lubang dalam tanah. 
Saya pun sudah mewanti2 Yassin Yasser, juga Jasmine. Supaya ga cerita. Tapi..yah, namanya juga anak2, saat Angel dan Jannete datang, Jasmine langsung bercerita pake bahasa Indonesia bahwa si kelinci udah dikuburkan disini (sambil menunjukan letak kuburannya). 
Untungnya Angel dan Jannete ga paham apa yang dimaksud Jasmine. Kedua anak itu meminta penjelasan Ibunya : "kenapa tadi Jasmine bilang kelinci itu ada dalam tanah?".  "Oh, maksud Jasmine, kelinci itu kabur, trus dia masuk ke lubang dalam tanah" kakakku berusaha mengarang cerita yang masuk akal. 
Angel dan Jannete cuma terdiam saat mendengar penjelasan ibunya. Kasihan sekali aku melihatnya.

Angel dan Jasmine rebutan kelinci
Kakakku dan kedua putrinya hanya 3 minggu di rumahku. Itu pun tidak full. Kadang mereka menginap di rumah kakakku yang lain atau diajak menginap di hotel Jakarta atau Bandung. Selama mereka tidak ada di rumah, Jasmine suka kehilangan dan bertanya kapan mereka pulang ke rumah dan main bersamanya? Lucunya, Jasmine dengan gayanya suka pura2 bicara pake bahasa Inggris ngasal. Ga tau ngomong apa. Tapi bergaya logat Inggris. Kadang ada kata bahasa Indonesia yang dia bunyikan seperti kata asing bak Cinta Laura. 
Belakangan dia sering merengek "Mama, Jasmine pengen ke rumah Angel dan Jannete.."
Kubilang padanya harus bisa bahasa Inggris dulu kalo mau kesana. Lalu dengan semangat dia bilang "ya udah..Jasmine mau belajar bahasa Inggris, Mama"... dan tanpa diminta dia kadang2 (kalo lagi mood) suka mengajak saya bercakap2 dalam bahasa Inggris... (tentunya Inggris ngasal..hehe..). 
Dia ga peduli, meskipun kedua mas-nya sibuk mentertawakannya. Semangat Nak!!



Saatnya berpisah. See you next 2 years..

Kamis, 11 Juli 2013

Putri Kecilku Sudah Besar

Apakah yang paling membahagiakan bagi seorang wanita yang menjadi 'ibu'? saat menyusui bayinya. Karena saat itulah seorang ibu bisa kontak batin dengan anaknya.

Kontak batin itulah yang bikin saya susah menyapih putri kecil saya Jasmine. Jasmine sudah berusia 3 tahun tapi saya tetep menyusuinya, meski produksi ASI saya sudah seret. 
Sudah beberapa kali orang2 dekat menyarankan agar saya menghentikan pemberian ASI buat Jasmine. Selain karena Jasmine sudah besar, juga katanya udah ga bagus ASI-nya. Tapi saya tetep bandel.
Entah kenapa, rasanya sedih kalo mendadak Jasmine engga menyusu ke saya. Jangan2 ketergantungannya pada saya hilang. Jangan2 dia udah ga pengen deket2 saya lagi dan dipeluk2.
Selama masih ASI, tiap pulang kerja dia selalu merengek pengen cepet2 tidur sambil dikelonin. Dia belum mau tidur kalo saya belum pulang dan kasih dia ASI. Nah, kalo dia udah ga ASI, dia udah ga harap2 saya cepet pulang donk? tidakkk..

Hingga suatu hari, saya pergi ke dokter untuk periksa kulit dengan mengajak serta Jasmine. Pada saat menulis resep obat, dokter bertanya apakah saya ada alergi? saya bilang tidak. Trus saya bilang kalo saya masih kasih ASI. Dokter itu nampak terkejut dan langsung menatap Jasmine yang sedang berdiri disamping saya. Dengan ekspresi muka pura2 heran, si dokter berkata pada Jasmine 'kok udah gede masih ASI? udah sekolah belom? bentar lagi kan sekolah, jadi harus berhenti mimi susu mamanya ya?'. Jasmine cuma menatap sang dokter dengan mata mengerjap2.
Saat perjalanan pulang, sekali lagi saya ulang perkataan dokter tadi. Jasmine langsung bilang "Neng udah gede ya Ma? udah ga boleh nyong-nyong  lagi? ("nyong-nyong' adalah istilah Jasmine untuk menyusu ke saya).


Pada dasarnya Jasmine merupakan tipe anak yang gampang nurut apa kata dokter. Waktu dokter anak langganan kami bilang ke dia supaya banyak makan sayur dan buah, dia mendadak jadi mau makan kedua jenis makanan itu. Dan sekarang, saat dokter kulitku menyruhnya berhenti ASI, perlahan dia mulai menghindar ASI. 
Kalo biasanya pas saya pulang kerja dia merengek minta dikeloni sambil menyusu, maka sejak pulang dari dokter kulit itu dia cuma minta dikeloni tanpa ASI. Paling dia cuma menempelkan pipinya di dada saya atau -ini yang lucu dan agak jorok- dia suka iseng memasukan puting susu ke lubang hidungnya sambil bilang " buat ngupil aja ah". Ckckck.

Ternyata tidak perlu dikasih yang pahit2 untuk membuat putri kecilku berhenti nyusu, atau dengan cara dipisahkan tidur seminggu agar dia berhenti ASI. Cukup nasihat sederhana dari dokter, Jasmine pun berhenti menyusui secara alami dan sukarela.
Sungguh, saya bersyukur telah memberinya ASI meski dari awal kelahirannya bukan ASI eksklusif. Dan saya tidak pernah menyesal telah memberinya ASI sampai melebihi batas waktu yang dianjurkan. Masa menyusui adalah masa indah yang tak terlupakan dan peristiwa itu tidak akan pernah terulang lagi antara kita dan anak2 kita, maka nikmatilah selagi bisa.

she's adorable


Rabu, 05 Desember 2012

Rajinnya Jasmine...

Sampai bingung mau mulai darimana? saking banyak yang ingin diceritakan. Cerita tentang Jasmine, Yasser maupun Yassin. 
Baiklah, sebagai pemacu semangat nge-blog kembali, saya akan posting tentang Jasmine yang sekarang lagi rajin sholat dan bantu saya kerjain urusan RT. Seneng ya? punya anak perempuan yang suka bantu2 ibunya. Ibu saya bilang, itulah kelebihan punya anak perempuan, mereka lebih care bantuin bundanya (meski ada juga sih, anak lelaki yang suka bantu2 juga!).
Moga2 saja, kebiasaan Jasmine yang suka sholat dan suka bantu2 bakal kebawa terus sampai dia besar nanti!

beres2 lemari bajunya
khusyu sholat
cuci piring
ngulek bumbu
belanja di supermarket


Senin, 15 Oktober 2012

Yang tersisa dari Semarang

Waktu ke Semarang pas lebaran lalu, seperti biasa saya tidak melewatkan mampir ke Simpang Lima. Selain karena disitu terkenal banyak kuliner, juga karena di lapangan-nya (pagi atau sore) rame pengunjung dan rame atraksi.
Nah, kalo kemarin pas kesitu, Simpang Lima lagi demam Sepatu Roda dan Otoped.
Yassin penasaran pengen coba sepatu roda. Saya bilang, mending otoped rada gampang! Sepatu roda kudu latihan pelan2 dan gak bisa sehari langung bisa. Eh dia keukeu pengen. Ya udah, silahkan coba! Hasilnya? bahu saya ampe pegal dan pantat sakit gara2 jadi pegangan Yassin buat nahan supaya ga jatuh. Kami berkali-kali jatuh bareng sambil ketawa2. 
Hah, susah! langsung kukembalikan tu' sepatu roda pada si pemilik sewa. Ga bayar! wong belum sempet make buat meluncur! Itu baru berdiri aja udah ribet dan payah banget! 
UntungnyaYasser  milih otoped. Dengan senangnya dia meluncur kesana kemari, ga perlu latihan! Padahal ini pertama kalinya dia naik otoped. 
Tuh kan! kata mama juga mending Otoped!

Sementara itu, Yasmin milih naik mobil batere. Berhubung mobilnya gede, maka dia harus ditemani Yasser.
O'iya, satu hal yang saya engga suka dari Semarang: Ga ada Pantai bagus! Padahal Semarang tepi laut loh!
Ada pantai Marina. Eh, pantainya cuma seuprit, dan banyak sampah karena orang berjejalan semua tumplek blek disitu! Walhasil anak2 ga bisa main pasir.
Gagal main pasir di pantai beneran, saya nemu main pasir di mall! Di mall samping Mall Ciputra!
Saya juga nemu arena bermain itu ga sengaja. Waktu kami nonton Batman di Bioskop, trus Yasmin merengek pengen keluar. Dia ketakutan dengan nuansa gothic film Batman. Akhirnya saya bawa dia ke mall samping mall Ciputra itu, eh ada arena bermain pasir. Wah seneng banget Yasmin! Berjam-jam ga kerasa main pasir-sambil nunggu kedua abang dan papanya kelar nonton.

Semarang panasnya makin menjadi

depan mall Ciputra

rebutan nyetir!

demam otoped

main pasir ga perlu di pantai!



Senin, 10 September 2012

Sepedaku..

Jasmine lagi seneng naik sepeda. Sebenarnya sepeda berwarna pink itu udah dibeli lama banget. Cuma baru sekarang dia sering pake. Lumayan udah bisa beberapa langkah, asal jalannya menurun.
WAktu berkunjung ke rumah Pakde Ayahnya, disana juga ada sepeda. Rada besar sih! Tapi Jasmine nekad coba pake. Tentu saja: Belum Bisa!




ga sengaja, warna baju bisa match ama sepeda !


Rabu, 08 Agustus 2012

My little girls is growing up..

Gadis kecilku sekarang beda dengan yang dulu. Dulu dia sangat tomboy. Sekarang, tanpa saya paksa dia udah bergaya perempuan, main masak-masakan, bermain boneka, seneng beres2. Pokoknya saya banget deh! **halah..**
Di usianya yang menginjak 2 tahun 8 bulan, dia sudah bisa baca doa sebelum tidur, sebelum makan, naik kendaraan, doa orangtua, baca Al-Fatihah. Dia juga sudah hapal setiap cerita yang saya bacakan untuknya. 
Misalkan saya bacakan buku cerita untuknya beberapa kali. Terus besoknya tanpa sengaja saya melihat dia sedang 'pura-pura' baca buku itu, tapi dari mulut mungilnya mengalir cerita dengan gaya yang sama saat aku cerita. Lucu banget! 
Saya belikan beberapa buku cerita untuknya, diantaranya yang sudah dia hapal isinya adalah Little Lamb, Saya Suka Membantu, Saya Senang Sekolah, dan Rumah Baru si Zebra.
Terus kalo saya lagi menjahit baju dia suka maksa pengen bantuin. Hadeuh..repot! Kerjaan menjahit baju bisa lamaaaa..

dandan
masak dan ngasuh anak
beres2 baju
my lady..



Selasa, 17 Juli 2012

Mulai suka dandan..

Jasmine, as I said..she's now a little girl! Dia mulai suka niru apa yang saya lakukan. Utamanya cara duduk, cara dandan, cara pakaian.
Dia suka merengek pake jilbab. Jilbabnya pun ga mau yang kecil untuknya, tapi jilbabku! hadeuh...
Terus kalo aku sibuk dandan buat ke kantor, dia ikutan sibuk rebut lipstik, bedak, lotion..semua dia acak2.
Terus saat saya duduk bertumpang kaki/menyilangkan kaki, dia duduk disampingku dengan gaya sama..
Ampun....bener2 copy cat!

pake jilbabku!

ngaca sambil nyanyi di AceHardware

duduk bak lady..

Senin, 02 Juli 2012

Daddy's little girl

Sekarang saya membenarkan pendapat orang bahwa anak perempuan pada umumnya lebih dekat sama ayah! Padahal dulu waktu Jasmine masih kecil, dia dekett banget dan ga mau lepas samaku. Dikit2 mama, dikit2 mama...everything is mama! Tawaran ayahnya untuk menggendong atau ngajak jalan2, seringkali ditolaknya.

Namun sekarang, seiring berjalannya waktu dan Jasmine tumbuh menjadi gadis cilik berusia 2 tahunan, tanda2 kedekatan mereka kian kentara. 
Dia tau ayahnya memanjakannya. Jika ada yang dia mau atau dia bertengkar dengan kedua kakaknya, maka orang pertama yang dia panggil adalah .."pappaa.....!!!" begitu dia merajuk. 
Saya memang ga begitu pedulikan kalo dia merajuk atau berselisih dengan kakaknya. Maksudnya satu: supaya dia ga manja! Seandainya dia yang salah, masa saya harus marahin kakaknya? Tapi beginilah akhirnya...dia tau saya ga pilih kasih, dan dia milih ayahnya yang sayang banget padanya. Ga hanya kalo bertengkar dia minta perhatian ayahnya, sampe pas beli baju atau sepatu/sandal pun dia lebih suka ayahnya yang milihin drpd emaknya. Hiiks...daddy's little girl!

 

Jumat, 11 Mei 2012

Ulang Tahun di RUMAH CERDAS

Sabtu seminggu lalu Jasmine diundang temannya - Afifah- ulang tahun di RUMAH CERDAS. Karena libur kerja, saya ikut dampingi Jasmine. Sampai sana ternyata acara belum dimulai karena belum semua anak kumpul (emang sapa sih yang ditunggu?bayi-bayi? hihi...). Tepat jam 11.00 acara pun akhirnya dimulai. Jasmine seneng banget lihat banyak balon. Pas sesi nyanyi ulang tahun, dia paling semangat (selama ini emang kalo di rumah dia paling suka nyanyiin lagu ultah sambil tepuk tangan sendiri). Sayangnya ga ada sesi tiup lilin, atas penolakan si empu ultah- ogah katanya tiup lilin, capekkk!!

Saya perhatikan diantara teman-temannya, Jasmine paling antusias denger arahan Bunda-nya (ini panggilan untuk guru-guru di RUMAH CERDAS). Jasmine duduk dengan manis menghadap meja ulang tahun. Matanya tak lepas memperhatikan Afifah yang kali ini jadi pusat perhatian karena ulang tahun (kupikir dalam hati Jasmine pasti "kapan ya saya ulangtahun dan dirayakan gini?"). Saya jadi nyesel, bulan Januari lalu saya tidak merayakan ultah Jasmine di RUMAH CERDAS. Soalnya saya pikir saat itu Jasmine belum seantusias sekarang sekolah di RUMAH CERDAS. Dalam seminggu dia masuk sekolah cuma sekali. Kalo sekarang dia bisa 4-5 hari dalam seminggu. Daripada di rumah dia uring2an karena ga ada temen main? dan si Mbak ga kreatif pula ngajak dia main. So..lebih baik dia ke RUMAH CERDAS saja!





Selasa, 28 Februari 2012

Sehat itu segalanya..

Dua minggu kemarin saya istirahat total dari kantor dan dunia maya. Minggu pertama cuti karena saya sakit, minggu kedua cuti ditambah karena anak2 sakit, barengan pula dengan Ibu sakit, terus Servant di rumah. Lengkap sudah satu rumah ini sakit. Sepertinya saya baru menghela nafas karena saya sembuh, eh..susul menyusul yang lain sakit! Dan yang paling mengkhawatirkan Jasmine. Karena dia kena Typus skala 4, harus dirawat pula! Itu pun tanpa sengaja ketauan Typusnya! 

Karena curiga dia nampak lemas terus (ga ceria dan bawel seperti biasanya) trus kalo malam badannya demam tinggi, maka hari Sabtu kubawa ke dokter anak di salah satu RS swasta dan dikasih seabreg obat. Namun ternyata sampe Senin ga ada perubahan berarti! Dia masih tetap demam dan lemas, mendadak pendiam dan tiduran terus. Siapa yg ga khawatir??? akhirnya malam itu kubawa ke dokter anak yg lain. 

Tadinya dokter itu pun cuma kasih obat. Tapi demi lihat saya yang cemas berat, dokter pun kasih rekomendasi cek darah. Hasilnya? itu dia..Typus skala 4, harus dirawat segera!!  Tuh kan, coba kalo tadi ga minta cek darah?? bisa berlama2 dia sakit di rumah! Malam itu juga saya bawa dia ke RS PMI. Dirawatlah disana sampai hari Jumat. 

Pas Jumat waktunya pulang, Jasmine sudah kembali ceria dan bawel. Sudah mau makan banyak! Bandingkan dengan saat masuk RS: lemas, diam, ga mau makan. Sedih luar biasa lihatnya!

Sekarang ? alhamdulilah semua udah pada sehat. Jasmine udah kembali cerewet, bercanda dengan kedua kakaknya, rajin telpon saya saat di kantor, dan badannya makin bulet! Maklum, bangun sakit - nafsu makan meningkat! 

Sehat itu memang segalanya! It's the most precious gift from God!

mata kuyu, lemas dan mendadak pendiam
menjelang pulang, makannya banyak...